Rembang, Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah Sekolah (PATS) mendapatkan dukungan dari UNICEF dan LPPM Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Semarang dalam rangka pengentasan anak tidak sekolah di Kabupaten Rembang. Kegiatan ini bertujuan mengembalikan anak usia sekolah usia 7-18 tahun untuk terus melanjutkan pendidikannya atau kembali berpartisipasi dalam pendidikan.

Kompleksitas Permasalahan ATS harus diselesaikan melalui lintas sektor serta partisipasi masyarakat. Oleh karena itu tim PATS Kabupaten Rembang pada tahun 2021 ini menunjuk 4 desa yaitu desa Desa Sidorejo Kecamatan Pamotan, Desa Sridadi Kecamatan Rembang, Desa Jeruk Kecamatan Pancur dan Desa Sedan kecamatan sedan sebagai lokasi pilot project penanganan anak tidak sekolah.

Sebagai kegiatan awal akan dilaksanakanĀ  lokakarya pada minggu ke empat bulan september yang akan diikuti oleh tim desa pilot project yang terdiri dari kepala desa, pendamping desa, BPD serta tokoh masyarakat untuk menyamakan persepsi serta menyusun rencana aksi di desa berdasarkan analisa data SIPBM ATS.

ATS sendiriĀ  merupakan anak yang teridentifikasi tidak pernah sekolah, putus sekolah tanpa menyelesaikan jenjang Pendidikan dan putus sekolah tanpa melanjutkan ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi.

Adapun sasaran program lebih rinci diantaranya;

  1. Anak yg rentan putus sekolah karena dampak Pandemi
  2. Anak yg berhadapan dengan hukum (ABH)
  3. Anak penyandang disabilitas
  4. Anak yg bekerja dan pekerja anak
  5. Anak dalam pernikahan anak/ibu remaja
  6. Anak jalanan (anjal) dan anak terlantar (Antar)
  7. Kelompok ATS lainnya, hambatan ekonomi/sosbud (Anak TKI, Korban Bencana, Pelecehan)

Kepala Bappeda Rembang, Ir. Dwi Wahyuni Hariyati, MM menyambut baik replikasi program penanganan anak tidak sekolah di Kabupaten Rembang dan mengharapkan program ini mampu membangunkan sumber daya manusia yang berkualitas (human capital) dan berdaya saingĀ  di Kabupaten Rembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *