Audiensi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi

Kemiskinan merupakan hal yang menjadi momok dalam penyelengaraan pembangunan Indonesia selama ini, baik di tingkat nasional hingga daerah terlebih di wilayah pedesaan. Salah satunya adalah masalah kemiskinan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Kabupaten Rembang memiliki luas 101.408 Ha, terbagi menjadi 14 Kecamatan, 287 Desa dan 7 Kelurahan serta 954 RW dan 3.401 RT. Dengan Jumlah penduduk 626.136 jiwa yang terdiri atas 312.057 jiwa laki-laki dan 314.079 jiwa perempuan (Sex ratio 99%).  Penduduk angkatan kerja di Kabupaten Rembang berjumlah 66,97% dan 33,03 % bukan angkatan kerja. Dari seluruh angkatan kerja tersebut terdapat 95,49 %  yang berstatus bekerja.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda)  beserta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DInpermades) Kabupaten Rembang berkesempatan mendampingi Bapak Bupati Rembang, Abdul Hafidz untuk menghadiri audiensi strategi Penanggulangan Kemiskinan di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Selasa (16/1/2018).

Dalam audiensi tersebut, Bupati Rembang menyampaikan tentang kondisi sosial di Kabupaten Rembang melalui visi Kabupaten Rembang “TERWUJUDNYA MASYARAKAT REMBANG YANG SEJAHTERA, MELALUI PENINGKATAN PEREKONOMIAN DAN SUMBER DAYA MANUSIA,YANG DILANDASI SEMANGAT KEBERSAMAAN, PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN KEWIRAUSAHAAN”

Tingkat Kemiskinan Kabupaten Rembang tahun 2016 sebesar 18,54% mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya sebesar 19,28 %, namun tingkat kemiskinan tersebut masih tinggi dibandingkan dengan Provinsi dan Nasional. Kurun waktu 5 (lima) tahun persentase kemiskinan Kabupaten Rembang mengalami penurunan, rata-rata penurunan per tahun sebesar 0,67%.

Berikut prioritas penanggulangan kemiskinan Kabupaten Rembang menurut PBDT (Pemutakhiran Basis Data Terpadu) tahun 2015 :

Keterangan :

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan data tersebut, kecamatan yang ditandai dengan warna MERAH merupakan kecamatan yang mempunyai tingkat kemiskinan sangat tinggi. Dengan jumlah Desa MERAH di semua kecamatan sebanyak 75 Desa. Pendampingan desa merah tahun 2018 – 2019 berdasarkan SK NO.050/1538/2017 Tentang Penetapan Desa Prioritas.

Berbagai upaya telah dan terus diupayakan dalam upaya mengatasi persoalan kemiskinan, diantaranya adalah :

Selain itu banyak potensi perdesaan yang dimiliki Kabupaten Rembang, yaitu :

  1. Perekonomian Rembang bertumpu pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan (28,8%) yang merupakan sektor basis ekoomi.
  2. Tanaman perkebunan dengan produksi cukup besar di Kabupaten Rembang adalah tebu dan tembakau.
  3. Potensi penghasil garam serta perikanan dan kelautan sangt besar.
  4. Produksi buah-buahan Rembang, mempunyai daya saing yang tinggi terbukti dengan produksi manga, pisang dan sawo menduduki peringkat 1 se-Jawa Tengah.
  5. Produksi cabai merah peringkat 4 se Jawa Tengah dengan nilai produksi yang terus meningkat mencapai 128,782 kg (tahun 2016)
  6. Berada pada jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah bagian timur dengan panjang pesisir mencapai 63,5 km.

Berikut ini adalah pengembangan desa berbasis pertanian (agropolitan) di kab. Rembang :

Pengembangan desa berbasis perikanan (minapolitan) di kab. Rembang :

Pengembangan desa berbasis pariwisata di kab. Rembang :

Dari penjelasan tersebut, Kabupaten Rembang mempunyai potensi pertanian dan perikanan yang sangat melimpah.  Pemerintah daerah sudah memicu terbentuknya sentra tersebut dengan bergabagi program  antara lain : jalan usaha tani, penataan irigasi namun masih terkendala  ketersediaan air. Oleh karena itu untuk mewujudkan desa yang berdikari maka dukungan pemerintah pusat terutama kementerian desa sangat dibutuhkan



Leave a Reply