Rembang, Tausiyah Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 2021 dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Jumat (4/6/2021). Kegiatan yang digelar di gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang ini memiliki tema Pancasila dalam Tindakan, Bersatu untuk Indonesia Tangguh. Kegiatan ini diikuti oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan Majlis Ulama Indonesia (MUI) dan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Jawa Tengah dan seluruh jajaran pemerintahan di tingkat kabupaten dan juga masyarakat umum.

Secara virtual, Pimpinan dan Pegawai di lingkup Bappeda Rembang mengikuti Tausiyah Kebangsaan di Aula Bappeda Rembang. Tampak hadir Kepala Bappeda, Ir. Dwi Wahyuni Haryati, MM beserta Kepala Bidang Pemkesra, Nur rohmah, SE., MAP., Kepala Bidang Ekolitbang Dra. Wijayanti, Kepala Bidang IPW Ali Sahid, SP., M.Si., Kepala Bidang Pendaliv Dedhy Nugraha, SH, M.Si beserta jajaran pegawai Bappeda Rembang.

Dalam kegiatan ini Ustad Das’ad sengaja diundang untuk mengisi Tausiah Kebangsaan yang digelar. Meski hanya sebentar, namun Ustad Das’ad berhasil membuat acara yang digelar luring dengan protokol kesehatan ketat serta daring itu ger-geran.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan semua yang hadir tak mampu menahan tawa ketika mendengar ceramah dari Ustad Das’ad Latif. Penceramah asal Sulawesi ini mampu menyampaikan materi dengan retorika yang bikin semua orang tertarik dan tidak ingin kehilangan momen sedikitpun, termasuk Ganjar Pranowo.

Gaya tegas khas Makassar yang dibawakannya berhasil membuat pesan-pesan yang disampaikan begitu mengena. Selain itu, kelucuan yang disampaikan juga berhasil membuat semua jamaah tertawa.

Dikutip dari https://sigijateng.id/ ada dua poin penting yang disampaikan Ustad Das’ad, yakni tentang bagaimana menjadi orang baik. Mau jadi orang biasa, pejabat, atau siapapun, tugas manusia hanya bersabar dan memperbaiki salat.

“Apalagi jadi pemimpin seperti pak Ganjar ini, harus banyak-banyak sabar. Kalau tidak bisa stress pak. Gimana tidak, tiap hari dibully terus sama orang yang tidak suka. Bapak harus sabar, jangankan bapak yang gubernur banyak prestasinya, security aja sering dibully kok. Jadi bapak santai saja. Kecil itu masalah-masalah yang sekarang dihadapi bapak,” ucapnya.

Tak hanya pemimpin, semua orang juga harus meningkatkan kesabaran. Apalagi saat pandemi seperti sekarang ini, semuanya harus sabar untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Memang tidak enak, kita harus sabar jaga jarak, sabar pakai masker terus, sabar tidak berkumpul dan sabar mematuhi aturan pemerintah. Semua ini perkara baik, kalau kena musibah misalnya Covid-19 ini lalu bersabar, maka akan jadi pahala,” ucapnya.

Ustad Das’ad juga mengajak semua umat untuk memperbaiki ibadah kepada Tuhan. Kalau umat Islam, maka diminta memperbaiki salatnya.

“Resepnya hanya dua itu, sabar dan perbaiki salat. Sama satu lagi pesan saya, jangan sekali-kali termakan informasi hoaks,” pungkasnya. (RBR/MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *