Rembang, Bappeda Rembang mengikuti Forum Group Discussion (FGD) Program Dokumentasi Motif Modifikasi Batik Lasem, Kamis (4/3) di Rumah Makan Prau Kuno. Kegiatan yang dilakukan atas kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah dan Sampoerna Foundation ini juga merupakan perwujudan dari kerja nyata mewujudkan Rembang menjadi Kota Fashion.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Rembang, Hasiroh Hafidz mengucapkan terimakasih atas pelaksanaan kegiatan ini. Pihaknya berharap Usaha Micro Kecil Menengah (UMKM) dengan konsep batik semakin hari semakin dikenal. “Dengan kerjasama ini akan semakin banyak invosi yang akan disuguhkan Batik Lasem,” ungkapnya.

Pihaknya mengaku juga sudah melakukan usaha untuk meningkatkan inovasi batik Lasem melalui seminar dan juga pengenalan pada khalayak ramai. “Ekonomi di Rembang juga masih rendah. Sehingga ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’ dalam sambutannya mengatakan batik di Rembang bukan hanya di Kecamatan Lasem, tetapi juga ada pengrajin di Kecamatan Sulang. Kegiatan ini diharapkan bisa meluas ke pengrajin batik lainya.

“Kegiatan ini memberikan manfaat utk pemberdayaan UMKM pengrajin di Rembang. Saya mendukung kegiatan yang positif dan saya harapkan berkelanjutan”, katanya.

Kegiatan ini diikuti oleh beberapa dinas terkait yaitu Dinas Budaya dan Pariwisata, Dinperindag, Budayawan, klaster pengrajin batik dan para pelaku UMKM di Rembang. (MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *