FGD Analisis Kemiskinan di Kabupaten Rembang

Forum Group Discussion Pemetaan dan Model Pemberdayaan Masyarakat Dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Rembang dilaksanakan di Aula Bappeda Kabupaten Rembang, Hari Kamis 20 Juni 2019 yang dibuka oleh Kepala Bidang Pemkesra Bappeda Kab. Rembang selaku Sekretariat TKPK Kab. Rembang, menyampaikan stressing terkait capaian tingkat kemiskinan 5 tahun dan posisi relatif Kab. Rembang tingkat provinsi dan nasional serta kebijakan penanggulangan yang sudah ada dan potensi wilayah di Kabupaten Rembang. Rapat dihadiri oleh peserta dari Dinsos PPKB, BPS Kab. Rembang dan Perwakilan dari 4 kecamatan dan desa prioritas I penanggulangan kemiskinan yaitu:
1. Kecamatan Pamotan : Desa Pamotan dan Desa Ringin
2. Kecamatan Sedan : Desa Menoro dan Desa Dadapan
3. Kecamatan Kragan : Desa Pandangan Kulon dan Desa Sumurtawang
4. Kecamatan Sarang : Desa Babaktulung dan Desa Lodan Wetan.
dan menghadirkan Narasumber Tim Ahli dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah.

“Pemetaan dan model Pemberdayaan Masyarakat dalam Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kabupaten Rembang”. Gambaran umum kemiskinan makro Kab. Rembang pada tahun 2018 tingkat kemiskinan sebesar 15,41% dimana menempati posisi ke 7 terbawah se-Jateng, namun capaian ini lebih baik dibandingkan tahun 2017 sebesar 18,35% menempati posisi ke 5 se-Jateng. Penurunan tingkat kemiskinan Kabupaten Rembang tahun 2018 sebesar 2,94% lebih tinggi dibanding tahun 2017 yang hanya sebesar 0,71%, menempati posisi ke-3 penurunan angka kemiskinan tertinggi di Kab/Kota se Jawa Tengah. Kebijakan terkait penanggulangan kemiskinan di Kab. Rembang berupa Perda Nomor 5 tahun 2019 tentang Penanggulangan Kemiskinan, selain itu juga ada Surat Keputusan Bupati Nomor 050/ 1538 /2017 tentang Penetapan Desa Prioritas Penanggulangan Kemiskinan Dan Organisasi Perangkat Daerah Pendamping Di Kabupaten Rembang Tahun 2018-2019 dimana program/kegiatan termuat di dalam dokumen perencanaan Strategi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (SPKD) Kab. Rembang Tahun 2017-2021.
Potensi ekonomi Kab. Rembang bertumpu pada sektor pertanian, perkebunan, kehutanan dan perikanan serta berada pada jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa Tengah bagian timur dengan panjang pesisir mencapai 63,5 km. Hal ini mampu sebagai daya ungkit perekonomian masyarakat Kabupaten Rembang agar lebih berdaya guna memenuhi kebutuhan hidup.

Paparan oleh Tim Ahli dari Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah guna mengidentifikasi dan pemetaan masalah kemiskinan berdasarkan sample wilayah yang merupakan prioritas I penanggulangan kemiskinan. Identifikasi dimulai dari masalah program/kegiatan dari Pemerintah Pusat, Kabupaten dan Desa yang diberikan sudah sesuai kebutuhan, sasaran dan memiliki keberlanjutan. Permasalahn pelaksanaan updating data penduduk miskin di Kab. Rembang dan kebijakan lain terkait penanggulangan kemiskinan serta poin-poin lainnya yang menjadi masalah krusial kemiskinan yaitu mindset penduduk yang lebih suka disebut miskin.
Dalam rangka identifikasi masalah dan evaluasi terhadap program/kegiatan pemerintah maka dikembangkan model pemetaan kemiskinan daerah.

   Kesimpulan hasil Forum Group Discussion yaitu :
1. Masalah-masalah kemiskinan di Kabupaten Rembang lebih pada sektor ekonomi meliputi jumlah pendapatan yang kurang, kurangnya peluang usaha, kurangnya lapangan tenaga kerja, gagal panen dan kurangnya kemampuan mengolah hasil perikanan.
2. Perlu adanya kesesuaian data penerima program dengan kondisi lapangan, agar program berdaya guna dan tepat guna.
3. Penerima program penanggulangan kemiskinan (masyarakat miskin) yang belum masuk ke dalam BDT agar tetap bisa menerima program dan diusulkann menjadi masyarakat miskin melalui SLRT MPM.
4. Perlu adanya kebijakan terkait pemalsuan data penduduk miskin.

5. Meningkatkan koordinasi program/kegiatan dari seluruh stakeholder dalam rangka penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Rembang.



Leave a Reply