Rembang, Kelompok nelayan yang berada pesisir utara wilayah Kaliori, Rembang dan Lasem  mendapatkan sosialisasi cara penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan, Selasa (30/3) pagi. Kegiatan yang dilakukan di Aula Dinas Perikanan dan Kelautan ini dihadiri langsung oleh Kepala Bappeda Rembang, Ir. Dwi Wahyuni Haryati, MM. dan sekitar 20 nelayan dari Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) perwakilan dari Desa Tunggulsari, Tanjungsari, Kabongan Lor, Pasar Banggi, Tritunggal, Gedongmulyo dan Punjulharjo.

Dalam kegiatan yang di gelar di Aula Dinas Kelautan Dan Perikanan, Selasa (30/3) ini, Kepala Bappeda Kabupaten Rembang, menyampaikan arah kebijakan program penanggulangan kemiskinan berbasis pemberdayaan kepada para nelayan.

Dalam paparanya, dijelaskan isu strategis dalam pembangunan saat ini salah satunya adalah menurunkan angka kemiskinan. Harus ada data kemiskinan yang harus diambil dan diintervensi. “Karena data penting untuk acuan pelaksanaan program. Target 2022 untuk angka penuntasan kemiskinan adalah 26%,” jelasnya.

Ditambahkan, sesuai dengan misi nomor empat Pemkab Rembang yaitu mengembangkan kemandirian desa berbasis potensi lokal. Sehingga desa wisata bisa dikembangkan. Hal ini bisa digunakan sebagai sarana untuk meningkatkan taraf pendapatan masyarakat. “Potensi wisata pantai banyak. Desa sudah punya anggaran lumayan, bisa dipakai untuk pemberdayaan ini,” tambahnya.

Kepala Bappeda menekankan kegiatan ini harus tepat sasaran, sehingga pengentasan angka kemiskinan dapat berhasil. “Kalau kebijakan pengurangan kemiskinan, kegiatan harus menyasar pada data penduduk miskin. Kalau tidak tepat sasaran maka tidak akan bisa terdata dan tidak mempengaruhi penurunan angka kemiskinan”, jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang, Ir. Suparman, MM. mengatakan semua wilayah di pesisir Rembang mempunyai potensi berkembang dan sejahtera. “Akan tetapi tidak mau berbuat cepat sesuai apa yang kita miliki. Kita harus percaya diri dengan SDM (Sumber Daya Manusia) dan SDA (Sumber Daya Alam) yang dimiliki. Lembaga ekonomi di desa harus berkembang dan maju,” katanya.

Dijelaskan, Desa Gedongmulyo mempunyai beberapa wilayah yang berpotensi bisa dimanfaatkan. “Tanah desa luas, kalau itu dimanfaatkan juga akan luar biasa. Wisata, perikanan, rest area (ruang istirahat dalam perjalanan-red) bisa dikembangkan. Tapi harus fokus yang akan digarap dibidang apa. Saya harap kerja nyata yang harus dilakukan cepat. Sehingga tahu masalahnya dimana,” tambahnya. (MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *