Rembang, Institut Pertanian Bogor melaksanakan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) di dua daerah di Kabupaten Rembang selama 40 hari berakhir Sabtu (7/8/21). 14 Mahasiswa dibagi dua kelompok di Desa Sendangmulyo Kecamatan Bulu dan Desa Bonjor Kecamatan Sarang.

Beberapa kegiatan yang dilakukan mahasiswa adalah penempelan poster edukasi covid19 dan pembagian masker kepada masyarakat. Selain itu dilakukan pembelajaran kepada anak-anak didesa setempat. Selain pembelajaran ilmu akademis, dilakukan edukasi non akademis mulai edukasi pernikahan dini, sosialisasi stunting door to door (dari pintu ke pintu) dan pembagian benih sayuran.

Selain itu, mengembangkan UMKM dan pemasaran virtual untuk warga. Salah satu hasilnya adalah Usaha Menengah Kecil Micro (UMKM) berlabel Janggel Jaya Craft dari Desa Sendangmulyo masuk 10 nominasi Inovasi Bisnis Disabiitas 2021. Jenis UMKM lainya yang dibudidaya adalah kacang tanah, kain perca, pemanfaatan janggal jagung dan vertikultur (pengurangan limbah plastik).

   

Kepala Bappeda Rembang, Ir. Dwi Wahyuni Hariyati, MM dalam kegiatan Lokakarya II KKN-T IPB di Rembang yang dilaksanakan secara virtual Kamis (12/8/21) mengapresiasi apa yang sudah dilakukan mahasiswa KKN. Diharapakan kegiatan ini dapat menyerap ilmu dari dua arah, yaitu dari masyarakat pada mahasiswa atau sebaliknya.

“Mahasiswa memberi banyak kebaikan dalam program ini. Kerjasama ini terjalin sejak 2019 sampai sekarang, berbagai hal sudah dilakukan salah satunya adalah KKN ini,” katanya.

Pihaknya berharap, program inovasi dari hasil kerja sama KKN dengan Pemkab ini bisa ditindaklanjuti oleh masyarakat. Sehingga pembangunan di Rembang berkesinambungan.

“Setelah lulus, bisa mengembangkan hasil KKN ini. Bisa menyambungkan warga untuk menuntut ilmu dan lainya, tidak hanya putus sampai sini,” harapnya

Wakil Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Bidang Pengabdian Masyarakat, Dr. Sofyan Sjaf, SPt., M.Si. diacara yang sama mengucapkan terimakasih atas sambutan Pemkab Rembang dengan kerjasama tersebut.

“Kami harap ini bisa melahirkan program lanjutan atau network. Melahirkan karya tulis untuk melakukan studi mengambil isu di rembang,” harapnya.

Menurutnya, peradaban bangsa dimulai dari pengetahun yang didasari dengan kebijakan presisi untuk kemanfaat masyarakat. Keberlanjutan program-program harus dilakukan dan dimanfaatkan. Rembang diharapkan juga bisa mengusung tema tematik untuk menunjang pengembangan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *