Rembang, Menteri Pariwisata & Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno mengajak masyarakat untuk “Nglarisi” Batik Lasem asal Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Hal ini lantaran Batik Lasem merupakan warisan nenek moyang yang patut untuk dilestarikan dan menarik untuk menjadi fashion masyarakat.

Hal ini disampaikan Sandiaga Uno dalam Peluncuran secara virtual buku Memadukan Keberagaman; Dokumentasi Motif Modifikasi Batik Tulis Lasem pada Jumat (30/7) lalu bersama Ketua Dekranasda Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar Pranowo, Dinas Koperasi & UKM Provinsi Jawa Tengah, Dinas Koperasi & UKM Provinsi DIY, Pemerintah Kabupaten Rembang, sosiolog, budayawan dan Komunitas Batik Lasem.

Kegiatan ini kerja sama anatara Pemerintah Kabupaten Rembang, Komunitas Batik Lasem, BEDO (Business & Export Development Organization) bersama Terasmitra bekerja sama dengan Sampoerna Untuk Indonesia.

“Program ini berjalan seiring dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait Pemulihan Ekonomi Nasional melalui Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah dan BAPPEDA Kabupaten Rembang, yaitu pengembangan Batik Lasem,” ujar Sandi dalam keterangan tertulis, Senin (2/8/2021).

Disebutkan, pendokumentasian ini juga bagian dari pelaksanaan amanat Peraturan Bupati Rembang Nomor 29 Tahun 2017 tentang Pelestarian Batik Tulis Lasem yang dimaksudkan untuk melindungi, melestarikan, dan mengembangkan batik tulis Lasem sebagai karya cipta dan produk kebudayaan masyarakat daerah, serta sebagai penggerak ekonomi masyarakat di Daerah.

Menteri Sandi menyebut salah satu upaya untuk melakukan perlindungan dan pelestarian tersebut adalah dengan melakukan inventarisasi motif batik tulis Lasem yang berkembang sekarang ini. Ada banyak harapan yang digantungkan dengan pendokumentasian motif batik tulis Lasem ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Atikoh Ganjar Pranowo berharap, upaya ini dapat berkesinambungan. Menurutnya, sentra batik di Jawa Tengah sangat banyak dan pantas untuk terus dikembangkan, serupa dengan batik Lasem.

“Menurut saya ini start yang luar biasa. Harapannya bisa dikembangkan di tempat lain, seperti batik Pekalongan, batik Solo. Atau berdasarkan wilayah, batik pesisiran bagaimana nilai historisnya,” jelasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *