Rembang, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Penanggulangan Kemiskinan (Simnakis) Kabupaten Rembang bernama Gerbang Gemilang atau kepanjangan dari Gerakan Rembang Gemati Gampil dan Gamblang di Aula Bappeda Rembang, Selasa (21/9/21) pagi. Ekspose Simnakis ini dilakukan langsung oleh Wakil Bupati Rembang, M. Hanies Cholil Barro’.

Kepala Bappeda Rembang, Dwi Wahyuni Hariyati dalam sambutanya mengatakan, kegiatan ini untuk menyamakan persepsi dan langkah bersama dalam rangka penanggulangan kemiskinan Kabupaten berbasis data by name by address. Selanjutnya dijelaskan bahwa tujuan kegiatan ini agar terwujudnya sinergitas perangkat daerah Kabupaten Rembang untuk menggunakan Simnangkis Gerbang Gemilang sebagai dasar pengambilan kebijakan penanggulangan kemiskinan sesuai tugas pokok dan fungsinya serta menguasai secara teknis penggunaan SIM.

“Visi Bupati dan Wakil Bupati adalah mewujudkan Rembang Gemilang sehinggak Simnakis ini kami buat dengan nama Gerbang Gemilang. Dengan maksud masyarakat di Kabupaten Rembang yang membutuhkan kebijakan untuk penangannan kemiskinan akan di support oleh semua OPD (Organisasi Perangkat Daerah-red). Dan masyarakat yang masuk dalam kemiskinan akan terentaskan sehingga hidupnya akan gemilang, itulah filosofinya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang sekaligus Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) di Rembang, M. Hanies Cholil Barro’ mengatakan penanggulangan kemiskinan ini merupakan salah satu program prioritas Kabupaten Rembang tahun 2021-2026 yang termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dikatakan target Kabupaten Rembang 12,19% di tahun 2026 dan update terkini masih 15,60%. “Ini cukup tinggi karena ini di atas angka persentase provinsi maupun nasional. Provinsi itu 11,41% nasional 9,78%”, katanya.

Menurutnya dalam rangka percepatan penanggulangan kemiskinan ini diperlukan inovasi dan trobosan sehingga kebijakan-kebijakan yang ada dapat focus, efektif, efisien dengan memanfaatkan teknologi informasi.

“Sekarang zaman sudah canggih. Sudah serba internet di Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Bappeda ini menjalin kerjasama dengan PT Integra Yogyakarta. Pengembangan sistem teknologi informasi pun saya yakin bisa lebih unggul daripada yang lain Insyaallah. Jadi, sistem informasi manajemen ini mengintegrasikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dengan data kependudukan di Rembang,” tambahnya.

Pihaknya berharap, data tentang kemiskinan bisa lebih akurat untuk mendeteksi masyarakat miskin dan rentan miskin di Kabupaten Rembang berbasis by name by address. “Harapan kami untuk Kabupaten Rembang denga sistem ini bisa mempermudah dalam pengambilan kebijakan yang menyusun perencanaan dan mengevaluasi program-program penanggulangan kemiskinan yang sudah berjalan”, harapnya.

Setelah kegiatan ekspose yang diikuti oleh Stakeholder terkait ini akan dilanjutkan dengan pelatihan penggunaan Simnakis tersebut oleh Dinas terkait untuk menginputan data yang dibutuhkan dalam system. Kegiatan ini rencananya akan dilakukan, Rabu (22/9/21).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *