Pada hari Rabu, 15 Januari 2020, pukul 19.00 WIB bertempat di Hall Hotel Pollos, acara ini dihadiri oleh Bapak Bupati, Ketua dan Pengurus APPBI, Kepala Bappeda, Ketua dan Anggota Klaster Batik Lasem dan OPD Rumpun Ekonomi, Acara tersebut difasilitasi oleh Bappeda Kabupaten Rembang.

Acara tersebut diawali dengan sambutan  kepala Bappeda Kabupaten Rembang dalam penerimaan kunjungan APPBI dan menjelaskan Sejarah Batik Tulis Lasem, keberadaan Klaster Batik, perkembangan Batik Lasem dalam 5 tahun ini mengalami penurunan dikarenakan kurangnya promosi batik, masih rendahnya pengetahuan masyarakat dan di Lingkungan Sekolah tentang Batik tulis Lasem.

Bapak Bupati menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini dan mengharapkan ada peningkatan Sinergitas antara Pemerintah Kabupaten Rembang dengan Asosiasi IPPBI dan Klaster Batik Tulis Lasem, Bapak Bupati juga menjelaskan keungggulan Batik Tulis Lasem, dan Pemasaran Batik Tulis Lasem sudah sampai tingkat nasional.

Dr. H. Komarudin Kudiya, SIP. MDs  (Ketua APPBI) dalam acara tersebut memperkenalkan anggota APPBI, menceritakan pembangunan Pusat Pasar Batik di Madura merupakan terbesar di dunia, pengalaman APPBI dalam pemasaran batik sampai ekspor ke luar negeri.

Penandatangan MoU Perjanjian Kerja Sama Antara Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda Dan Olah Raga Dengan  Klaster Batik Tulis Lasem yang mengetahui Bapak Bupati Rembang, sekaligus tukar menukar cindera mata berupa Plakat Kabupaten Rembang yang diserahkan Bapak Bupati kepada Ketua APPBI, dan Buku Kreativitas dalam Desain Batik oleh Bapak Dr. H. Komarudin Kudiya, SIP. MDs  (Ketua APPBI) kepada Bapak Bupati Kabupaten Rembang

Acara tersebut dilanjutkan dengan diskusi tentang perkembangan Batik Tulis Lasem adapun hasil diskusi tersebut

  1. Perencanaan revitalisasi kampung Batik.
  2. Pasar batik Lasem dapat dimulai dengan pembuatan pasar tradisional kedalam kegiatan rutin dengan hari tertentu dapat menjadi ikon baru di Rembang.
  3. Pola pikir dari pengrajin harus ada jiwa entertainer, Peningkatan jiwa persaingan, eksistensi di dalam pameran Batik tingkat Nasional maupun Internasional dan Pengrajin bekerja sama dengan Designer agar motif batik dapat mengikuti Trend tetapi tidak meninggalkan ciri khas motif batik tulis Lasem.
  4. Kabid Ekonomi Litbang Wijayanti,S.stp akan melakukan study kelayakan untuk menjadi industri batik tulis terbesar di Indonesia, sehingga OPD Pemkab bisa merencanakan, 2. Perlindungan untuk kelestarian batik tulis lasem, Produk batik Lasem adalah hand made merupakan kerajinan batik tulis, tidak ada cap dan printing. (Peraturan Bupati Rembang Nomor 29 Tahun 2017 tentang Pelestarian Batik tulis Lasem, bahwa produksi batik Lasem hanya batik tulis – batik tulis Lasem, tidak diperbolehkan cap dan printing, sehingga batik tulis lasem tetap lestari, citra batik tulis Lasem tetap bagus dan mempunyai keunggulan, serta penyerapan tenaga kerja tinggi) yang ditindaklanjuti dengan perlindungan IG (indikasi Geografis) yaitu perlindungan komunal terhadap batik tulis Lasem..(Redaksional H.o.S Ekolitbang)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *