Rembang, Pemerintah Kabupaten Rembang melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda Rembang) Bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Universitar Diponegoro Semarang dan dinas terkait melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dalam rangka perencanaan pemenuhan kebutuhan sumber air baku guna penanganan kekeringan di Rembang.

Rakor yang digelar di Aula Bappeda Rembang, Kamis (21/10/21) ini memiliki tema Smart Water System Integrasi Studi Kebumian untuk Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Rembang.

Ketua Tim Peneliti, Dr.rer.nat. Thomas Triadi Putranto, ST., M.Eng. menjelaskan tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi potensi sumber air baku berdasarkan analisis geologi hidrogeologi dan geofisika. Selanjutnya melakukan analisis dan evaluasi kualitas dan kuantitas air tanah.

“Selain itu juga untuk mengetahui geometri akuifer melalui pengeboran sumur eksplorasi dan evaluasi kelayakan untuk sumur produksi bagi warga. Sehingga kami bisa merekomendasikan lokasi prioritas untuk pengembangan priduk inovasi dan model beberapa lokasi yang terpilih untuk dikembangkan”, katanya.

Dijelaskan bahwa kegiatan prioritas riset nasional ini merupakan kegiatan jangka panjang yang hasil akhirnya dapat dinikmati sekitar tahun 2024.

Penelitian yang akan dilakukan oleh BRIN, LPDP dan UNDIP yang bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Rembang Prioritas Riset Nasional berada di 6 kecamatan dengan luas area 467 km2 yaitu kecamatan Kaliori, Sumber,Rembang,Sulang, Bulu dan Gunem.

Rencana Pengembangan air baku yang akan dilakukan oleh Kabupaten Rembang:

  1. Pemanfaatan sungai Karanggeneng dan Bagan
  2. Pemanfaatan waduk Randugunting
  3. Pembangunan Embung Kaliombo
  4. Pembangunan Embung Trenggulunan
  5. Pembangunan Embung Pasedan
  6. Pembangunan Bendung Semar, Mlatirejo
  7. Optimalisasi Sumber Semen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *