Rembang, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) secara virtual pada Kamis (29/7) menggelar penganugrahan penghargaan Kota Layak Anak (KLA) tahun 2021. Kabupaten Rembang memperoleh penghargaan KLA dengan Predikat Nindya.

Dalam kegiatan itu, Rembang diapresiasi kementerian karena Kota Garam dinilai menunjukkan kepedulian yang terus meningkat dari semua pemangku kepentingan di daerah dalam melindungi anak Indonesia.

Kabid Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Sejahtera pada Dinsos dan PPKB Kabupaten Rembang Budi Setiasih menyebutkan ada empat predikat di dalam penghargaan itu diantarnya Utama, Nindya, Madya dan Pratama. Di Jateng predikat utama di raih Kota Solo. Rembang dan enam kota di Jateng meraih predikat Nindya.

“Semua tergantung dari nilai. Karena terdapat 24 indikator Kabupaten/Kota Layak Anak,” ujarnya.

Ia menyebutkan penghargaan tahun ini memang tidak mudah. Sebab dimasa pandemi banyak kendala. Ini yang menjadi tantangan kabupaten/kota. Karena dampak pandemi banyak usia anak 0-18 tahun yang terdampak. Merka ada yang menjadi piatu, yatim, yatim piatu karena orang tuanya meninggal.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Gusti Ayu Bintang menyampaikan, kategori kabupaten atau kota layak anak meningkat di tahun 2021, yakni terdiri dari 275 kabupaten atau kota se-Indonesia.

Gusti Ayu juga mengingatkan, sinergitas dalam hal peningkatan SDM harus selalu ditingkatkan guna memenuhi hak anak. “Tentu kami harapkan semua pihak memiliki peran terhadap pemenuhan hak dan perlindungan kepada anak,” ujarnya.

Kabupaten Rembang sebelumnya juga berhasil meraih penghargaan KLA pada tahun 2011, 2012, 2013, 2015, 2017, 2018, dan 2019.

Ketua Tim penggerak PKK yang juga istri Bupati Rembang, Hasiroh Hafidz mengaku bersyukur atas perolehan KLA 2021 tingkat Nindya.

Hasiroh menambahkan, penghargaan KLA ini diberikan kepada daerah yang mempunyai komitmen tinggi untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Untuk meraih penghargaan KLA harus melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh tim Kementerian PPPA, tim kementerian/lembaga, dan tim independen.

“Hal ini merupakan pacu semangat sehingga harapan di tahun selanjutnya Rembang bisa naik tingkat,” imbuhnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *