Rembang, Kepala Bappeda Rembang, Ir. Dwi Wahyuni Haryati menyampaikan materi tentang pengembangan Lasem sebagai Kota Pusaka dalam Forum Group Diacussion (FGD) Sinergitas Pengembangan Rembang sebagai Kota Fashion dengan Lasem sebagai Kota Pusaka, Rabu (27/1/21). Kegiatan ini sebagai bentuk koordinasi untuk mewujudkan Rembang dengan batiknya dicanangkan sebagai Kota Fashion. Hal ini didukung oleh dinobatkannya Lasem sebagai Kota Pusaka.

Kegiatan ini diikuti oleh Bupati Rembang, Pj. Sekda Rembang, Kepala Dinas terkait, Camat Lasem dan beberapa perwakilan kelompok dibidang fashion dan kelompok pengrajin Batik Lasem. Terdapat juga tokoh designer dari Jakarta yang juga dijadikan konsultan SMK Sedan sebagai SMK Fashion di Rembang.

Nantinya ada beberapa pelatihan yang dilakukan untuk masyarakat dan pelaku usaha tentang Kota Fashion. Selain itu akan dilakukan pameran virtual, dan juga asistensi kepada pelaku usaha.

Selain itu Lasem akan disulap menjadi kota pusaka. Diantaranya revitalisasi alun-alun Lasem, Pasar Lasem, dan Masjid Jami Lasem. Selanjutnya akan di buat pasar baru di selatan alun-alun Lasem.

Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz berharap sinergi antar aspek penyokong ditingkatkan. Sehingga bisa berjalan dengan dilakukan secara bersama-sama. Pasalnya Rembang dijadikan salah satu kabupaten yang mempunyai gebrakan baru dibidang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), koperasi dan fashion.

“Clean and clear pembangunan ini menumbuhkan kesejahteraan dan pembangunan kota pusaka yang sudah dicanangkan. Pertengahan tahun akan segera dimulai”, katanya.

update berita di :

(klik disini) facebook

(klik disini) instagram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *