Rembang, Kabupaten Rembang mendapatkan penelitian prioritas riset nasional tentang pengelolaan air. Hal ini mengingat Rembang merupakan daerah yang memiliki curah hujan yang cukup rendah dan beberapa tahun ini dilanda kekeringan. Riset ini menggandeng UNDIP Semarang dan Unissula Semarang untuk pengerjaannya.

Diskusi Pelaksanaan Penelitian Prioritas Riset Nasional yang dilaksanakan di Aula Bappeda Rembang, Selasa (11/5) ini memiliki fokus penelitian yaitu Smart Water System untuk Mengatasi Kekeringan di Kabupaten Rembang.

Koordinator Penelitian, Dr.rer.nat Thomas Triadi Putranto, ST., M.Eng. mengatakan studi penelitian yang dilakukan meliputi integrasi studi kebumian untuk mengatasi kekeringan di Kabupaten Rembang yang diteliti oleh Universitas Diponegoro Semarang dengan pendekatan penelitian dari segi geologi dan hidrogeologi serta geofisikia.

Fokus penelitian terkait dengan aspek air bawah tanah. Pihaknya akan memberikan data air bawah tanah secara detail mulai dari perencanaan potensi air tanah dan pengembanganya. “Nantinya kami akan melakukan pengeboran sumur eksplorasi maupun sumur produksi untuk pemenuhan kebutuhan air masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya juga mengakui, dalam tahun pertama ini tidak semua wilayah akan diteliti. Hal ini lantaran penelitian ini merupakan multitahun sehingga dilakukan bertahap dari tahun 2020 hingga tahun 2024. Pada tahun ini difokuskan ke daerah Rembang tengah dan barat yang dinilai terdampak kekeringan cukup parah.

Disisi lain, Tim dari Unissula Semarang akan meneliti tentang smart water management untuk air permukaan. Pada tahun pertama ini akan membuat data base serta membuat zona-zona prioritas di dalam pengembangan air permukaan sebagai sumber air baku. Kolaborasi dua penelitian perguruan tinggi tersebut akan berfokus pada sumber air permukaan dan air tanah. Kedua penelitian tersebut diharapkan dapat memperoleh hasil yang optimal sehingga pemenuhan air baku di Kabupaten Rembang dapat tercukupi.

Study integrasi ini diharapkan bisa membantu masyarakat di Kabupaten Rembang. Sehingga dibutuhkan sinergi antar dinas dan juga pemerintah terkait serta masyarakat. “Harapan kami adalah terciptanya pola pengelolaan smart water di wilayah Rembang dan tujuan lainya adalah untuk penanggulangan kekeringan,” harapnya.

Pihaknya juga menjelaskan, study ini tidak membahayakan atau tidak mengeksploitasi sehingga dapat menjaga keberlangsungan keberadaan sumber air di Rembang.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *