Rembang, Menyikapi masih tingginya angka stunting di Kabupaten Rembang, Badan Perencanaan, Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang mempercepat pencegahan stunting. Langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan Workshop Percepatan Pencegahan Stunting, Senin (07/12/20) pagi.

Kegiatan yang diselenggarakan di Aula Bappeda Rembang ini memaparkan beberapa data stunting. Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu yang lama (tribunews.com).

Menurut data serentak (terkecuali Kecamatan Sluke) prevalensi stunting di Kabupaten Rembang yang dikumpulkan pada Bulan Februari 2020 adalah 3,45% atau terdapat 1,520 anak mengalami kasus stunting. Wilayah kecamatan dengan jumlah anak stunting terbanyak berada di Kecamatan Pmotan dengan 261 kasus, diikuti Kecamatan Sedan 259 kasus, Kecamatan Bulu 175 kasus dan kecamatan Gunem 175 kasus.

Sedangkan prelevensi kasus stunting terjadi di Kecamatan Gunem (12,16%) atau dari 1415 balita terdapat 172 anak stunting, peringkat kedua Kecamatan Bulu (10,42%) atau dari 1679 balita terdpat 175 stunting, Kecamatan Pancur (7,34%) atau dari 2279 balita terdapat 167 balita stunting, Kecamatan Pamotan (7,23%) atau 3611 balita terdapat 261 balita stunting dan Kecamatan Sedan (7,00%) atau terdapat 259 anak stunting dari julah 3.700 balita.

Sebagai Langkah untuk kerja Bersama, kegiatan ini mengundang OPD terkati, Camat, Tim Penggerak PKK Kabupaten Rembang, Kepala Puskesmas dan Stakeholder terkait lainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *