Rembang, Bappeda Rembang menjadi pemateri dalam kegiatan Temu Wicara Pelestarian Pusaka yang diselenggarakan oleh Bumi Pelestarian Pusaka Indonesia (BPPI) bersama dengan Pemkab Rembang, Yayasan ARSARI Djojomardikusumo, Kesemsem Lasem dan Lasem Heritage Foundation, Jum’at (8/10/21) sore. Kegiatan yang dilakukan secara daring dan luring ini mengusung tema Nafas Baru Kota Pusaka Lasem: Hidup dari Pusaka.

Kepala Bappeda Rembang, Ir. Dwi Wahyuni Hariyati, MM menyampaikan bagaimana tentang proses perencanaan Kawasan kota pusaka Lasem. Pihaknya menjelaskan kenapa Lasem dijadikan Kota Pusaka karena Lasem sudah termasyhur sejak masa kerajaan majapahit (raja hayam wuruk). Selain itu, Lasem merupakan cikal bakal berdirinya Kabupaten Rembang.

“Lasem mempunyai potensi pusaka yang banyak (hasil kajian balar, 2011) dan belum ada penanganan sama sekali pada tahun 2012. Lasem mempunyai nilai tawar di mata Indonesia terkait keharmonisan masyarakatnya dan kerajinan batik lasemnya dan komunitas pelestari budaya dan pusaka di Lasem sudah ada dan cukup aktif mengedukasi masyarakat tentang budaya,” katanya.

Selain dari Bappeda Rembang, kegiatan ini juga menggandeng pemateri dari Yayasan Lasem Heritage, Agni Malagina yang memberikan informasi tentang lasem dan keindahanya.

Selain itu oleh Prof. Widjaja Martokusumo yang merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung menjelaskan tentang pentingya pelestarian pusaka di Indonesia termasuk di Lasem.

Menurutnya, lasem itu unik. Pihaknya memberikan pengetahuan tentang lasem tempo dulu dan sekarang. “Kekuatan Lasem itu keragaman etnis termasuk produk produk yang dimiliki. Kota perlu dijaga. Tanda tanda peradaban harus dijaga”, harapnya.

Menurutnya, cara atau scenario dan peran pelestarian kota pusaka dapat dilakukan dengan cara konversi (penyelamatan asset), aksi dan perlindungan. “Harus melibatkan masyarakat setelah masalah ini. Itu bagian dari mereka. Dan bisa untuk menjaganya”, katanya.

Kegiatan ini murni secara teknis pelaksanaan diselenggarakan oleh BPPI. Bappeda Rembang hanya dilibatkan sebagai pemateri di salah satu webinar dalam rangkaian acara tersebut.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *