Rembang, Rabu (24/3) pagi Kabupaten Rembang diverifikasi perihal Anugerah Parahita Ekapraya  (APE) oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Republik Indonesia (Kemen PPPA RI). Verifikasi yang dilakukan secara virtual ini untuk menentukan apakah Kabupaten Rembang layak untuk mendapatkan penganugrahan APE atau tidak. Kegiatan ini seharusnya dijadwalkan digelar tahun 2020. Namun karena adanya covid19, baru bisa digelar di tahun ini.

Ketua Pokja Pengarus Utamaan Gender (PUG) Rembang yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang, Dwi Wahyuni Haryati menjelaskan dalam penilaian penghargaan tersebut ada tujuh syarat yang harus dipenuhi, diantaranya :

  1. Komitmen kepemimpinan dari lembaga eksekutif dan Yudikatif;
  2. Kebijakan yang memiliki komitmen untuk mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) di berbagai pembangunan;
  3. Struktur dan mekanisme pemerintah yang mendukung pelaksanaan PUG;
  4. Ada peran serta masyarakat;
  5. Data dan informasi terpilah;
  6. Adanya alat analisis untuk perencanaan dan penganggaran untuk mendukung PUG;
  7. Adanya sumber dana dan SDM yang memadai.

Disisi lain, guna memperkuat nilai penilaian verifikasi, Rembang juga mempunyai 10 tokoh kesetaraan gender (Gender Champions). Hal ini cukup untuk Rembang dalam meraih APE di tahun ini.

Dalam pertemuan yang dilakukan di Ruang Rapat Bupati Rembang ini, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz mengaku optimis Rembang akan kembali meraih penghargaan Parahita Ekapraya. Pasalnya semua yang dipersyaratkan sudah terpenuhi, data dan fakta di lapangan juga telah disampaikan ke KPPA.

“Semua OPD harus berpartisipasi untuk PUG ini , karena kami sudah mencanangkan dalam visi misi ini pembangunan yang berkeadilan. Jangan sampai ada dikotomi laki- laki dan perempuan, kemudian anak dan orang dewasa akan kita perlakukan sesuai porsinya masing- masing, ” ujarnya.

Sebelumnya, pada tahun 2016 dan 2018 Rembang sukses meraih APE tingkat Mentor. Selain itu mendapat penghargaan APE tingkat pratama dua kali, madya dan utama tiga kali. (MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *