Rembang, Buku tentang Dokumentasi Motif Modifikasi Batik Lasem sudah memasuki tahap pembahasan draft isi dari buku tersebut. Pembahasan ini dimuat dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ke 2 yang dilaksanakan di Rumah Makan Prau Kuno, Rabu (2/6/2021).  Kegiatan ini melibatkan Bappeda Rembang, dinas terkait, sosiolog, budayawan dan komunitas batik Lasem.

Koordinator Kegiatan, Hanung dalam sambutanya mengatakan FGD ke 2 ini untuk membahas isi dari buku dokumentasi motif modifikasi batik tulis lasem. Isi dari buku ini memuat tentang keunikan dari masing-masing motif batik lasem. Selain itu juga dimuat foto motif batik lasem itu sendiri. “Untuk progressnya sendiri sudah sampai pembuatan draft buku dan melalui FGD ini akan ada beberapa revisi terkait isi dari buku tersebut,” jelasnya.

Di acara yang sama, Kepala Bappeda Rembang Ir. Dwi Wahyuni Haryati, MM mengucapkan terimakasih atas pihak yang membantu terselenggaranya kegiatan tersebut. “Terimakasih provinsi, CSR Sampoerna sudah perhatian khusus, untuk menggali potensi yang ada di Rembang, khususnya batik,” katanya.

Menurut Kepala Bappeda pendokumentasian suatu kegiatan atau karya ini penting dilakukan. Sebab, ini akan dijadikan sejarah untuk anak cucu ke depan. Pendokumentasian ini juga sebagai langkah untuk mewujudkan Rembang menjadi Kota Fashion.

Pihaknya mengharapkan, dengan adanya pendokumentasian ini, Rembang akan lebih maju dibidang kearifan local dan fashionnya. Selain itu, diharapkan setelah kegiatan FGD, tidak ada lagi complain terkait isi dari buku karena sudah disusun bersama.

Rencananya, buku ini akan diterbitkan bersama dengan fashion show yang akan digelar untuk Rembang. Namun, untuk informasi kapan dan dimananya masih menunggu informasi lebih lanjut. Selain untuk Kabupaten Rembang, buku ini akan dikirim ke perpusatakaan nasional dan juga daerah lainya sebagai sarana untuk promosi daerah. (RBR/MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *