Rembang, Bappeda Rembang bekerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Jawa Tengah Wilayah Blora Rembang akan mengembangkan budidaya lebah klanceng yang menghasilkan madu klanceng yang lebih ekonomis dibandingkan dengan madu jenis lain. Selain itu, madu jenis ini memiliki kandungan nutrisi lebih besar daripada madu lainya.

Rencana ini didapatkan pada kunjungan Bappeda Rembang ke Desa Woro, Kecamatan Kragan, Selasa (8/6).

Dikutip dari merdeka.com, madu klanceng terkenal mengandung senyawa seperti protacatechuic acid (PCA), 4-hydroxyphenylacetic acid dan cerumen yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat meningkatkan proliferasi sel dalam proses penyembuhan luka. Banyak juga manfaat lain yang bisa kamu rasakan saat rutin mengonsumsi madu klanceng.

Dalam kunjungan ini Bappeda Rembang juga turut menghadirkan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian Dan Pangan, Serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang untuk meninjau lokasi, agar bisa menentukan langkah awal yang akan dilaksanakan.

Kasubid Ekonomi Ekolitbang Bappeda Rembang, Triana Husnul Khotimah mengharapkan budidaya lebah klanceng bisa dilakukan dan mewujudkan kampung klanceng.

Selain budidaya lebah klanceng, kegiatan Pengembangan Kawasan Ekonomi Esensial Hutan Mangrove juga disurvei kesiapanya. Budidaya mangrove ini berada di Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang.

Kegiatan ini kerjasama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Rembang antara lain bersama Bappeda, Dinas Kelautan dan Perikanan serta Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata. (RBR/MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *