Rembang, Rapat koordinasi dalam rangka Verifikasi Kelayakan Hibah Air Minum Perkotaan 2022 untuk Kabupaten Rembang dilakukan di Aula Bappeda Rembang, Kamis (27/5) pagi. Kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan setelah diterbitkannya Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) Tahap I dan Tahap II Program Hibah Air Minum Perdesaan/Perkotaan Tahun Anggaran (TA) 2021. Sebelumnya Ditjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelenggarakan Rapat Teknis Pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perdesaan/Perkotaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) TA 2021 secara daring dan offline pada tanggal 3 – 5 Mei 2021.

Menurut surat edaran PMM Air Minum Hibah APBN menjelaskan Program Hibah Air Minum Perkotaan merupakan hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah dengan pendekatan kinerja terukur (output based), dimana Pemerintah Daerah diwajibkan untuk melakukan peningkatan akses air minum yang layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di perkotaan, yang dibiayai terlebih dahulu melalui Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) kepada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), yang akan dilanjutkan dengan pencairan dana hibah dari Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah setelah dilakukan verifikasi oleh Kementerian Teknis. Program Hibah Air Minum Perkotaan mempunyai keluaran yaitu terbangunnya sistem penyediaan air minum sampai dengan berfungsinya sambungan rumah.

Latar belakang dilaksanakannya program Hibah Air Minum Perdesaan/Perkotaan yaitu karena masih adanya gap (kesenjangan-red) cakupan pelayanan terhadap target universal akses air minum dan masih tingginya Idle Capacity, khususnya pada daerah layanan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perdesaan yang sudah tersedia unit produksi dan jaringan pemasangan.

Mekanisme pelaksanaan Program Hibah Air Minum Perdesaan/Perkotaan dimulai dari sosialisasi program, pengajuan surat minat pemda, penilaian dokumen usulan dan penilaian, penerbitan Surat Penetapan Pemberian Hibah (SPPH) dan PHD, pendataan baseline (baseline survey) oleh konsultan, pelaksanaan pembangunan SR air minum oleh OPD melalui APBD, verifikasi oleh BPKP dan konsultan dan pencairan hibah.

Di Rembang sendiri saat ini prosedur pelaksanaan program ini sudah mencapai tahapan penjaringan calon penerima program hibah air minum perkotaan tahun 2022 dan kelayakan idle capacity sumber air baku PDAM. Program Hibah air minum perkotaan di kabupaten Rembang sudah berjalan sejak tahun 2017 dengan sasaran akumulatif hingga tahun 2021 ini mencapai kurang lebih 4000 sambungan rumah. (RBR/MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *