Rembang, Pemerintah Kabupaten Rembang berkomitmen untuk menggalakan penanggulangan kemiskinan. Hal ini mengingat Rembang masih mempunyai angka kemiskinan yang lumayan tinggi.

Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Rembang, Dwi Wahyuni Haryati dalam sambutan pada kegiatan Rapat Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah TKPKD Kabupaten Rembang tahun 2020, Senin (21/12/20) pagi menjelaskan terdapat beberapa rencana strategi ke depan untuk penggulangan angka kemiskinan di Rembang.

Salah satu langkah yang akan dilakukan dapat dilakukan yaitu mengintegrasikan rancangan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Teknokratik Kabupaten Rembang 2021-2025. Selanjutnya menjalin Kerjasama dengan ITB Semarang dan UNICEF agar menjadi kabupaten dampingan dan memudahkan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengakses Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) melalui Sistem Informasi Manajemen (SIM) kemiskinan agar program penanggulangan kemiskinan dapa tepat sasaran.

“Ke depan kami akan melakukan  membuat regulasi yang akan diajukan pada sekda, jika akan mengajukan hibah bansos harus sesuai dengan data miskin. Kami harapkan verifikasi data juga dilakukan dengan benar”, katanya.

Rembang mempunyai banyak sekali potensi, salah satunya akan membangun pengelolaan sampah menjadi bahan bakar batu bara dengan konsep RDF. Dengan adanya ini angka kemiskinan juga mampu ditekan karena akan membutuhkan tenaga lumayan banyak.

Sementara itu, Bupati Rembang H. Abdul Hafidz di acara yang sama mengakui bahwa potensi yang dimiliki oleh Pemkab Rembang banyak, salah satunya adalah pertanian dan tambang. “Yang kita perlu lakukan adalah pendampingan biar bisa mengawal agar mampu meletakkan kebijakan yang baik. Kita berharap managerial dan strukturnya bagus”, ungkapnya.

Ditambahkan, menjelaskan penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan berbagai banyak upaya, salah satunya adalah peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) dan mempercepat pertumbuhan ekonomi. “Kegiatan ini dapat dilakukan melalui akselerasi antar sektor yang bisa menurunkan angka kemiskinan. Kita harus kawal dari pendataan, perencanaan, dan aksi apa yang kita lakukan”, jelasnya.

Sumber: Humas Bappeda Rembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *