BAPPEDA REMBANG – Tim Penanganan Anak Tidak Sekolah (PATS) Kabupaten Rembang melibatkan lebih banyak stakeholder terkait untuk penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Rembang. Hal ini terbukti dari kegiatan Advokasi Hasil Pendataan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM) dan Lokalatih Pendidikan Universal bagi Semia Anak Desa di Gedung Hijau Kompleks Rumah Dinas Wakil Bupati Rembang, Kamis (18/11/21) pagi.

Kepala Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Masyarakat (Kabid Pemkesra) Nur Rohmah mengatakan pendidikan penting untuk generasi anak muda khususnya yang merupakan masa depan bangsa. “Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari rata-rata lama sekolah dan pendapatan perkapita biasanya naik, tapi sekarang tidak karena ada pandemi,” katanya.

Sementara Kepala Bappeda Rembang, Dwi Wahyuni Hariyati mengatakan penanganan anak tidak sekolah menurutnya penting dilakukan lantaran bisa kembali sekolah dan harus ada dukungan dan kerjasama semua pihak baik dari provinsi, lembaga masyarakat dan unsur lainya.

Kegiatan ini diikuti oleh tim PATS tingkat Kabupaten dan empat desa pilot project yaitu Desa Sridadi Kecamatan Rembang, Desa Sidorejo Kecamatan Pamotan, Desa Jeruk Kecamatan Pancur dan Desa Mojosari Kecamatan Sedan.

Sebelumnya sejak 13 Oktober 2021, Tim PATS Rembang sudah melakukan pendataan ATS di empat desa tersebut. Prosedur pengumpulan data bersumber dari masyarakat yang dilakukan oleh masyarakat dan dimanfaatkan untuk masyarakat dan pemerintah. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat mengetahui permasalahan pembangunan di wilayahnya dan mencari cara untuk mengatasinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *