Rembang, Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diminta untuk kompetitif. Hal ini untuk meyikapi pertembuhan pembangunan dan juga teknologi di Rembang yang ditargetkan akan pesat beberapa tahun mendatang. Lulusan SMK harus mampu bersaing dengan calon tenaga kerja nantinya.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda Rembang, Ir. Dwi Wahyuni Haryati, M.M saat menjadi narasumber dalam kegiatan Workshop Pelaksanaan Komitmen Iduka untuk Recruitmen dan Penyaluran lulusan serta pemanfaatan fasilitas bersama SMK COE (Center of Excellence) di SMK Al Mubarok Rembang tahun 2020, Senin (14/12) pagi.

Pihaknya menandaskan lulusan SMK jangan diam saja menyikapi pertumbuhan pembangunan di Rembang nantinya. “Jangan hanya jadi penonton”, katanya.

Pihaknya menjelaskan model pendidikan SMK berbeda dengan SMA. Beberapa perbedaanya adalah pembelajaran kelompok mata pelajaran produktif melibatkan lingkungan DUDI secara langsung, profesional, praktisi dan profesi. Struktur kurikulum SMK memuat kelompok mata pembelajaran normative, adaptif dan produktif berdasar standar isi dan kompetensi lulusan.

Pihaknya berharap, pembelajaran berbasis kompetensi ada yang harus dikuasai. Diantaranya penguasaan kompetensi tertentu oleh siswa, harus sepadan dengan penggunaan kompetensi tersebut di lapangan, kegiatan belajar siswa bersifat perorangan dan pembelajaran menggunakan bahan pengayaan bagi peserta didik yang cepat.

Pihaknya mengaku fokus pembangunan ke depan ada beberapa bidang yaitu pembangunan Daerah berbasis Digilitasi, wisata desa dan ekonomi kreatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *