Rembang, Webinar series ke 2 tentang Konsep dan Implementasi Pengembangan Kawasan Pesisir yang Berkelanjutan digelar, Selasa (22/6/21) pagi. Kegiatan yang dilaksanakan merupakan kerjasama antara Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang untuk meningkatkan pengembangan wilayah di Rembang.

Ketua Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Wiwandari Handayani mengatakan kegiatan ini merupakan salah satu agenda perkuliahan dimana mahasiswa Undip Studio Perencanaan dan Pembangunan Wilayah Kota melakukan sebuah perencanaan di Kabupaten Rembang.

“Dengan acara ini, agar ada produk konkret perencanaan yang dilakukan oleh mahasiswa kami. Sehingga pelaksanan pembelajaran perencanaan tidak teori saja tetapi juga bisa diprakatekan secara nyata”, jelasnya.

Agenda ini dapat dijadikan momentum Kerjasama yang dilakukan antara UNDIP dan Pemkab Rembang. Hasil dari kegiatan ini nantinya tidak hanya memberikan manfaat untuk mahasiswa tetapi juga bisa untuk pengembangan wilayah di Rembang.

“Ini bukan akhir kerjasama tapi ini awal. Kami mendorong mahasiswa untuk belajar dengan kondisi yang lebih real”, tambahnya.

Kegiatan ini diawali dengan pemaparan kelas A dan B tentang perencanaan pembangunan kota yang mengambil sampel wilayah di Rembang. Ada beberapa daerah di Kecamatan Kaliori, Rembang, Sulang, Sluke dan Kragan menjadi lokasi project mahasiswa. Konsep perencanaan yang dipaparkan terbilang lengkap, mulai dari pemetaan wilayah (overview), konsep desain, gambar audio visual hingga analisis kelayakan sosial ekonomi terhadap rencana pembangunan tersebut.

Kepala Bapeda Rembang Dwi Wahyuni Haryati dalam kegiatan ini memberikan saran, masukan dan juga usulan tentang perencanaan-perencanaan yang sudah disusun oleh mahasiswa studio perencanaan dan pengambangan wilayah.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTARU) Kabupaten Rembang, Sugiharto menjelaskan tentang pembahasan konsep dan implementasi pengembangan Kawasan pesisir yang berkelanjutan. Di Rembang permasalahan mendasar persoalan air bersih. Problem ini bukan kepada masyarakat saja tetapi juga para investor untuk perusahaan.

“Kami harapkan penelitian mahasiswa atau pemerintah ini berfokus pada kebutuhan air di Rembang. Sehingga masyarakat tidak sibukkan dengan mencari air, tetapi melaksanakan aktivitas seharusnya. Investor juga akan banyak jika air ini tercukupi”, katanya.

Audio visual tentang perencanaan ini dapat diakses pada :

Kelas A
A11 – https://youtu.be/suqRgooyfFE
A12 – https://youtu.be/H11jI9BJRF4
B11 – https://youtu.be/vQNLBdyZ1vY
B12 – https://youtu.be/5iAaH5qy4qs
B21 – https://youtu.be/m4rnY9yb3E4
B22 – https://youtu.be/Ls1KX0BQwHU
Kelas B
– B1 : https://www.youtube.com/watch?v=MgxkQcFtVow
– B2 : https://www.youtube.com/watch?v=hKlvPro__K0
– B3 : https://www.youtube.com/watch?v=5j2B1T1lzfg
– B4 : https://www.youtube.com/watch?v=krqjL0-szr4
– B5 : https://www.youtube.com/watch?v=8P_I0yT9NBQ
– B6 : https://www.youtube.com/watch?v=bwf_p9y8OcU

(RBR/MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *