Rembang, Dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Kartini ke-142 tahun 2021 dan mengikuti surat intruksi Sekda Rembang nomor 003.3/0819/2021 tentang Undangan Upacara Peringatan Hari Kartini tahun 2021, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rembang menginstruksikan pegawai menggunakan kebaya untuk wanita dan batik untuk laki-laki. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 21 April 2021. Kegiatan ini sebagai bentuk peringatan Hari Kartini tahun ini yang dipusatkan di Pendopo Museum RA Kartini Rembang, Rabu (21/4) pagi.

Tentunya Rembang mempunyai banyak sejarah RA Kartini. Hal ini dikarenakan Rembang merupakan tempat peristirahatan terakhir RA. Kartini.

Seperti kita ketahui bersama, emansipasi wanita mulai mengemuka atas sepak terjang salah satu pahlawan perempuan Indonesia, Raden Ajeng (R.A.) Kartini. Siapa yang tak kenal dengan tokoh yang begitu aktif memperjuangkan kesetaraan hak perempuan ini.

Berkaca dari pengalaman hidupnya sebagai perempuan Jawa di masa itu, R.A. Kartini begitu mengidamkan persamaan derajat antara laki-laki dan perempuan. Ia tak sependapat dengan budaya turun temurun yang melazimkan seorang perempuan hanya pasif melakoni alur kehidupan. Selain itu, dirinya ingin membuktikan jika perempuan bisa menggantikan peran laki-laki.

Menurut regional.kompas.com, R.A. Kartini lahir di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, pada 21 Januari 1879. Sesuai dengan ketetapan Presiden RI, Ir. Soekarno, melalui surat No.108 Tahun 1964 tertanggal 2 Mei 1964 menetapkan R. A. Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Di surat yang sama, Soekarno juga menetapkan peringatan Hari Kartini sebagai hari besar Nasional yang jatuh pada tanggal 21 April setiap tahunnya. Tanggal tersebut dipilih sesuai dengan hari lahir R.A. Kartini.

R.A. Kartini adalah putri tertua keturunan keluarga ningrat Jawa atau istilahnya keluarga priyayi. Dengan kata lain, Beliau menyandang predikat sebagai kasta bangsawan di kala itu. Ayahnya seorang Bupati Jepara yang bernama Raden Mas Sosriningrat.

R.A. Kartini menikah dengan Bupati Rembang Raden Adipati Joyodiningrat pada tanggal 12 November 1903. Sang suami memberi kebebasan dan mendukung R.A. Kartini untu mendirikan sekolah wanita di sebelah timur pintu gerbang kompleks kantor kabupaten Rembang. Berkat kegigihannya, beliau mendirikan Sekolah Wanita oleh Yayasan Kartini (Sekolah Kartini) di Semarang pada tahun 1912, kemudian menyusul Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya.

Selamat Hari Kartini, semoga semangat perjuanganmu bisa kami ikuti. (MK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *