Rembang, Guna meningkatkan daya ungkit pembangunan daerah, digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dipercepat. Percepatan ini dilakukan melalui pendekatan klaster di Jawa Tengah. Hal ini lantaran klaster mempunyai beberapa keunggulan guna percepatan digitalisasi.

Klaster dinilai mempunyai skala ekonomi yang besar dan mudah dalam transfer pengetahuan dan teknologi. Selain itu, mampu menciptakan lingkungan yang kreatif untuk timbulnya inovasi dan kerja sama. Di dalam klaster juga lebih fokus dalam mendorong sinergitas pihak-pihak berkepentingan dalam fasilitasi dan pembinaan UMKM klaster.

Pembahasan ini muncul dalam Rapat Koordinasi virtual tentang Pemberdayaan Ekonomi Mikro Melalui Aplikasi Digital yang diselenggarakan oleh Bappeda Provinsi Jawa Tengah kerja sama dengan Asosiasi Klaster UMKM Jawa Tengah, Rabu (6/1/21) siang. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Rapat Koordinasi Sistem Inovasi Daerah (SIDa) Klaster UMKM tanggal 16-17 Desember 2020 lalu.

Tentunya dalam mendorong digitalisasi klaster memiliki beberapa tantangan yang harus diselesaikan yaitu permasalahan tentang SDM, peralatan, sinyal hingga jangkauan sosialisasi yang masih sedikit dibandingkan dengan jumlah UMKM di Jawa Tengah.

Dalam kegiatan ini tercetus harapan dan masukan dari beberapa daerah lain, diantaranya:

  1. Terjalin kerjasama konstruktif antar stakeholder SIDa Jawa Tengah, pemkab, bisnis, inkubator/technopark, Pendidikan dan Lembaga penunjang lainya.
  2. Kolaborasi antar stakeholder untuk penyempurnaan konten SIDa Jawa Tengah
  3. Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi intermediator untuk link dan managemen produk inovasi
  4. SIDa Jateng dapat memberi peran aktif untuk digitalisasi UMKM Jawa Tengah
  5. Mengembakan system informasi UMKM Jawa Tengah yang saling terintegrasi denan SIDa Kabupaten

Diharapkan pihak-pihak yang berwenang dapat mendukung dalam percepatan digitalisasi, diantaranya Bappeda Provinsi dan Kabupaten/Kota, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten/Kota serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi dan Kabupaten/Kota.

Sumber : Bidang Ekolitbang Bappeda Rembang

Redaksi : Humas Bappeda Rembang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *