|
IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Kabupaten Rembang |
|
|
|
|
Ditulis oleh Bappeda
|
|
Selasa, 26 Januari 2010 06:01 |
|
IPM adalah suatu indikator pembangunan manusia yang diperkenalkan UNDP pada tahun 1990. Pada dasarnya IPM mencakup tiga komponen yang dianggap mendasar bagi manusia dan secara operasional mudah dihitung untuk menghasilkan suatu ukuran yang merefleksikan upaya pembangunan manusia. Ketiga aspek tersebut berkaitan dengan peluang hidup (longevity), pengetahuan (knowledge), dan hidup layak (decent lving). Peluang hidup dihitung berdasarkan angka harapan hidup ketika lahir; pengetahuan diukur berdasarkan rata-rata lama sekolah angka melek huruf penduduk usia 15 tahun keatas; dan hidup layak diukur dengan pengeluaran per kapita yang didasarkan pada Purchasing Power Parity (paritas daya beli dalam rupiah).
|
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
Studi Potensi Air Tanah Di Kabupaten Rembang |
|
|
|
|
Ditulis oleh Bappeda
|
|
Kamis, 27 November 2008 00:00 |
|
Air merupakan faktor pembatas serta penentu bagi kehidupan baik manusia hewan maupun tanaman. Ketersediaan air selain menunjang pemenuhan kebutuhan air minum sehari-hari juga menunjang produksi pertanian. Air merupakan faktor produksi yang tidak dapat disubstitusi, memegang peran penting untuk mendukung keberhasilan sistem produksi pertanian, sehingga air dapat dikategorikan sebagai pembatas faktor produksi pertanian. Dewasa ini masalah sumberdaya air menjadi masalah global. Keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan baik secara kualitas maupun kuantitas semakin menurun dan cenderung kritis, akibatnya pasokan serta ketersediaan air menurut dimensi ruang (spatial) dan waktu (temporal) menunjukkan kecenderungan yang semakin menurun. Dengan kondisi yang demikian, sering kebutuhan air untuk berbagai keperluan yang sangat vital seperti : permukiman perkotaan, industri, pariwisata dan lainnya menjadi sangat terbatas. |
|
LAST_UPDATED2 |
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
|
|