Halal Bihalal Dikemas Menarik dan Asyik

BAPPEDA REMBANG – Kegiatan halal bihalal sekaligus masuk kerja pertama pasca lebaran di lingkup Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kabupaten Rembang berlangsung menarik dan asyik. Selain berjabatan tangan pegawai juga melakukan tukar kado.

Tukar kado dilakukan sembari menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh pejabat setempat sebagai sarana merefresh atau menyegarkan kembali semangat bekerja pasca libur Panjang lebaran tahun ini. Setidaknya ada 44 kado yang disiapkan oleh seluruh bidang untuk ditukarkan.

Kepala Bappeda Rembang Dwi Wahyuni Hariyati dalam sambutanya mengatakan kegiatan ini sebagai sarana mempererat kembali hubungan kerja antarpegawai dan menumbuhkan semangat bekerja.

“Saya atas nama pribadi dan kedinasan mengucapkan minal aidin wal faidzin mohon maaf lahir dan batin, taqoballahu minna wa minkum taqobbal ya kariim,” katanya.

Pihaknya menambahkan kegiatan tahunan ini biasanya ditambah dengan buka bersama waktu Ramadhan, akan tetapi karena kasus covid yang belum selesai, untuk tahun ini tidak dilaksanakan. “Alhamdulillah kita bisa melakukan tradisi halal bihalal ini karena aturanya sudah membolehkan”, tambahnya.

Dwi Wahyuni mengharapkan untuk masyarakat dan pegawai untuk terus menjaga protocol Kesehatan karena pandemic masih belum berakhir. (MK/S2/DW)

Langkah Cegah Stunting, Baduta di Rembang Diteliti

BAPPEDA REMBANG – Pencegahan stunting atau kurangnya tumbuh kembang anak di Kabupaten Rembang masih terus digalakkan. Salah satu langkah yang dilakukan yaitu melakukan penelitan terhadap pencegahan dan penanggulangan stunting. Tim Peneliti Provinsi sudah mulai melakukan penelitian di Kabupaten Rembang, Kamis (28/4/22).

Tim Peneliti yang langsung diterjunkan oleh provinsi Jawa Tengah ini terdiri dari terdiri dari dosen dan peneliti dari Perguruan tinggi, Poltekkes dan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jawa Tengah dengan dukungan hibah penelitian dari Asian Development Bank (ADB) & Kementerian Kesehatan.

Penelitian bertujuan untuk menentukan Indeks Risiko Stunting dan Determinan Penurunan Stunting.

Penelitian menggunakan data sekunder (SSGI 2021 dan Riskesdas 2018) dan data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan wawancara terhadap pemangku program penanggulangan stunting di Kabupaten/Kota di Jawa Tengah.

Pada tahap awal akan dilakukan analisis data sekunder (SSGI 2021) untuk mengetahui sejumlah faktor risiko kejadian stunting tingkat individu di Kabupaten Rembang dan untuk menentukan Indeks Risiko Stunting. Kemudian Indeks Risiko Stunting bersama-sama dengan intervensi spesifik dan sensitif untuk menyusun suatu model penurunan stunting di Provinsi Jawa Tengah.

Hasil Penelitian nantinya dapat dijadikan sebagai masukan bagi pengambil kebijakan di tingkat kabupaten/kota maupun provinsi untuk menentukan program intervensi prioritas sesuai besaran risiko stunting di masing-masing daerah. (MK)

Musrenbangwil, Ini Usulan Bupati Rembang ke Gubernur

BAPPEDA REMBANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengikuti Musyawarah Perencanaan Pembangunan Wilayah (Musrenbangwil) di Pendopo Kabupaten Blora, Senin (25/4/2022) siang. Kegiatan yang dikemas dalam dialog Gubernur dengan Bupati Wilayah Pengembangan Wanarakuti-Banglor ini mengusung tema Sinergitas Kebijakan dan Gotong Royong dalam upaya menghadapi tantangan pembangunan Jawa tengah.

Bupati Rembang, H. Abdul Hafidz dalam paparanya mengungkapkan beberapa usulan yang ingin dikolaborasikan dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng diantaranya sektor pariwisara yaitu revitalisasi Taman Kartini Rembang dan penataan Puskesmas Lasem.

“Kenapa Taman Kartini, karena disamping lokasi itu ada pembangunan Pelabuhan perikanan milik provinsi sehingga bisa berkesinambungan dan sudah dimulai,” katanya.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengungkapkan terdapat dua catatan penting dalam pembangunan Jawa Tengah ke depan yaitu memulihkan dan menumbuhkan ekonomi serta penurunan angka kemiskinan.

“Inovasi dan kreasi harus selalu dilakukan untuk meningkatkan ekonomi”, katanya.

Menurutnya ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mewujudkan pembenahan dua sektor itu mulai investasi, inovasi dan menawarkan UMKM kepada masyarakat. “Dalam rangka penurunan angka kemiskinan Pemprov melakukan pendampingan khusus di wilayah tertentu terkait pengentasan kemiskinan,” katanya.

Dalam kegiatan ini dilakukan paparan dari 5 kabupaten, yaitu Blora, Pati, Jepara, Kudus dan Rembang. Lima kabupaten ini memiliki julukan wilayah Wanarakuti-Banglor. (MK/DW)